Meski Tidak Juara Dunia Rossi Meraih Penghargaan Best Rider 2015

rossi

Kegagalan merebut gelar juara dunia MotoGP 2015 tidak menghalangi Valentino Rossi dalam mencetak prestasi lainnya. Pembalap berusia 36 tahun ini tetap dipandang sebagai yang terbaik dan ia dianugerahi gelar Top Rider oleh Majalah Motosprint.

“Saya sudah memenangkan gelar ini sejak 2009 lalu. Saya tidak ingat sudah menang berapa kali, tapi saya senang bisa menang di rumah sendiri (Italia). Saya baangga dengan hal ini,” ucapnya dilansir Tuttomotoriweb, Jumat (18/12/2015).

Rossi memang dilahirkan untuk menjadi pembalap, Ia tumbuh dilingkungan yang sangat mendukung kariernya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar dimasa ’70-an. Otomatis ia besar dilingkungan yang kental atmosfer balap. Ketika anak-anak seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani. Dia seorang Interisti sejati.
rossi
Saat pertama bergabung di GP 500cc bersama tim milik Doohan,Nastro Azzurro-Honda,dan dikepalai oleh seorang mekanik handal Australia bernama Jerremy Burgess, suasana paddock sangat terpengaruh perangai Doohan yang temperamental. Semua mekanik dan staff tim tampak serius dan cenderung penuh tekanan. Suasana ini buat Rossi sungguh tak masuk akal, menurutnya ia tak bisa membayangkan membalap tanpa merasa fun, kemudian waktu ia mulai menang, ia bertekad untuk merayakan besar-besaran, menurutnya ia cuma ingin melakukan sesuatu yang baru, menunjukkan emosi memenangkan balap.
Sejak saat itulah, pesta kemenangan jadi ciri khasnya. Tak hanya bersama teman, juga ribuan pendukungnya yang memadati sirkuit. Dengan aksi-aksinya, Rossi bagaikan magnet yang menarik orang untuk menonton GP. Para pecinta GP tentu masih ingat akan aksinya memboncengkan fansnya yang berkostum ayam berkeliling sirkuit, aksinya memboncengkan fans yang berpakaian dokter, ia juga pernah membonceng angka satu raksasa sebagai simbol juara dunia, juga aksi wheelie dan burnout nya yang sudah tak terhitung setiap memperoleh kemenangan. Ia juga kerap memberikan kneepad atau topi nya kepada fansnya dengan melemparnya saat berada di podium. “Valentino itu petarung hebat. Tetapi ia juga tahu kalau kita berada di tengah bisnis hiburan. Jadi ia juga suka menghibur,” kata Burgess.
Rekor 500 cc/MotoGP: Rossi adalah

  • Pertama juara seri terbanyak sepanjang sejarah dengan 86 kemenangan.
  • Pertama naik podium terbanyak sepanjang sejarah dengan 129 podium.
  • Pertama naik podium terbanyak dalam satu musim dengan 16 podium di 2003, 2005 dan 2008.
  • Pertama fastest lap terbanyak dalam satu musim dengan 12 fastest lap di 2003.
  • Pertama poin terbanyak dalam satu musim dengan 373 point di 2008.
  • Pertama podium secara berurutan dengan 23 podium berurutan, dari GP Portugal 2002 sampai GP Afrika Selatan 2004.
  • Pertama fastest lap tercepat balapan dengan 73 lap, mengalahkan Giacomo Agostini dengan 69 lap.
  • Kedua di kejuaraan dunia berturut-turut menang dengan 5 kali berturut-turut di kejuaraan dunia 2001-2005 bersama dengan Michael Doohan dengan 5 gelar juara dunia berturut-turut pada 1994-1998, di belakang Giacomo Agostini dengan 7 kali berturut-turut di kejuaraan dunia 1966-1972.
  • Kedua sepanjang sejarah dengan 7 gelar juara dunia, dibelakang Giacomo Agostini dengan 8 gelar juara dunia.
  • Kedua sepanjang sejarah posisi pole terbanyak dengan 51 pole, di belakang Michael Doohan dengan 58.
  • Kedua terbanyak memenangkan lomba dalam satu musim dengan 11 kemenangan pada tahun 2001, 2002 dan 2005 bersama dengan Giacomo Agostini, di belakang Michael Doohan dengan 12 kemenangan pada tahun 1997.
  • Ketiga terbanyak posisi pole dalam satu musim dengan 9 kali posisi start terdepan pada tahun 2003 bersama dengan Casey Stoner dan Kevin Schwantz, di belakang Michael Doohan dengan 12 posisi pole pada tahun 1997, Wayne Gardner dan Freddie Spencer dengan masing-masing 10 posisi pole pada tahun 1987 dan 1985.
  • Start terbanyak dalam kelas MotoGP, dengan 246 kali start mengalahkan Alex Barros yang hanya mengoleksi 245 kali start.
  • Naik podium sebanyak 210 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *