Anak SD Ditendang dan Dihajar Temannya Sendiri Sampai Babak Belur di Sekolah

ANAK sd BABAK BELUR

Kejadian yang terjadi di sekolah saat Perkemahan Sabtu Minggu (Persami), Minggu (20/12) lalu, diceritakan orangtua korban, Mamik Susanti, (32), saat ditemui di rumahnya, Jalan Mawar Gang 1 No 41, Lowokwaru, Kota Malang. Tapi Joswan enggan bercerita mengenai penyebab memarnya. Karena naluri sang ibu kuat, ia mencari tahu pada gurunya, namun tak ada yang tahu. Hingga salah satu teman Joswan, Satria, menceritakan semuanya.
Kronologi :

  • “Dia nangis ketemu saya. Untungnya ada teman yang mau cerita. Katanya, pemukulan itu sudah terjadi sejak pukul 03.00 WIB dini hari,” katanya.
  • Waktu dini hari itu ada kegiatan di sekitar masjid setempat. MHS datang menemui Joswan yang sedang duduk santai, kemudian tanpa alasan pasti, MHS memukul kepala Joswan menggunakan sapu.
  • Kejadian berlanjut, dari keterangan Santi, pagi hari sekitar pukul 04.30 WIB, MHS melanjutkan penganiayaan dengan mendatangi tenda Joswan. Tanpa banyak kata, MHS langsung memukul dan menginjak kepala Joswan.
  • “Waktu tiduran, MHS masuk ke tenda anak saya dan menginjak kepalanya, ditendang. Joswan mau bangun tapi ditendang lagi,” kesalnya.
  • Ia kemudian langsung membawa anaknya ke kantor polisi untuk mengadukan tindakan itu. Santi juga bergegas memeriksa luka anaknya di RS dr Syaiful Anwar.
  • Kini, Santi berharap ada proses dari kejadian itu. Ia mengaku, pihak sekolah masih diam dan belum bertindak.

Orangtua Joswan Putra Kurniawan, korban penganiayaan anak SD, berharap kasus yang ditimpanya bisa diselesaikan dengan tuntas. Menurut sang ibu, Mamik Susanti, dia sudah banyak mediasi yang difasilitasi pihak kepolisian untuk membahas penganiayaan itu, namun belum ada tindakan lebih lanjut.
“Saya sama bapaknya jelas tidak terima anak saya dianiaya, kalau ada apa-apa sama otaknya, siapa yang tanggung jawab. Tapi sampai sekarang belum ada jalan keluar,” katanya, saat ditemui di rumahnya, Jalan Mawar Gang 1 No 41, Lowokwaru, Kota Malang.
Ia pun menyesali tidak aktifnya pihak sekolah menanggapi kejadian itu. Santi ingin siswa yang menganiaya anaknya segera dihukum dengan dikeluarkan dari sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *