Deja VU, Lorenzo Bernasib Sama Seperti Rossi Ketika Pindah Dari Yamaha ke Ducati

Desmosedici beda dengan M1, kedua motor memiliki karakter yang berbeda, yang satu nyaman di trek lurus namun liar di tikungan sedangkan yang satu nyaman di tikungan namun kalah di trek lurus. Pembalap dituntut harus segera bisa adaptasi dengan motor ketika berpindah dengan motor lain, bukan motor yang harus beradaptasi dengan sang pembalapnya.

Kejadian ini mungkin bisa kita gambarkan dengan nasib dua pembalap papan atas yaitu Rossi dan Lorenzo. Rossi yang sudah 9 kali juara dunia nyatanya selama dua musim bersama Ducati setelah sudah nyaman dengan M1 justru menjadi musim terpuruknya selama bermain di MotoGP. Dan nasib itu ternyata dialami juga oleh Lorenzo, terpuruk di musim pertamanya bersama Ducati dan di seri perdana musim keduanya bersama Ducati ternyata masih tidak beruntung tak mendapatkan poin satupun.

Eks crew chief Jorge Lorenzo di Movistar Yamaha MotoGP, Ramon Forcada mengaku prihatin dengan kondisi Lorenzo sekarang ini. Perlu diketahui bahwa Ramon Forcada sukses mengantar Jorge merebut 3 gelar juara dunia ketika masih bergabung dengan Yamaha.

Menurutnya tidak ada yang namanya motor yang terbaik dan motor terburuk, “Jorge jelas punya masalah. Ia tak memahami motornya. Coba cari video Jorge saat masih di Yamaha. Lihat betapa mudah dan nyaman ia berkendara. Dengan Ducati, ia tak bisa melakukan hal-hal yang ia lakukan di Yamaha. Jorge rider yang sangat smooth. Tapi kini kesulitan di atas motor yang punya karakter gugup, jauh lebih kesulitan ketimbang rider lain,” ujar Forcada kepada Catalunya Radio.

“Tak ada yang namanya motor bagus atau jelek. Ada hubungan antara pembalap dan motornya yang bisa muncul dan tidak. Contohnya, Casey meraih banyak kemenangan dengan Ducati, dan ia tak butuh motor sempurna. Kemudian datanglah Vale, rider hebat namun segalanya jadi bencana. Hal-hal macam ini bisa terjadi,” pungkas Forcada.

1 Komentar


  1. ga sama…
    rossi di ducati merupakan masih merupakan pembalap ducati terbaik saat itu…yg lain dibawah rossi podiumnya,
    sedgkan hohe di ducati,ada dovi,bhkan pembalap satelit ducati yg lebih baik prestasinya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *