Lorenzo Minta Balapan MotoGP Harus Seperti Sepakbola

Tiga penalty hanya dalam satu balapan merupakan rekor terburuk bagi pembalap MotoGP, banyak anggapan Dorna terlalu lemah dengan keputusan tanpa memberikan sanksi kepada Marquez.

Awal permasalahan ketika saat mau start dan motor Marquez tiba2 mati, kemudian dia mendorong motor keluar dari grid menuju pit lane tapi motornya hidup lagi dan Marquez kembali ke grid.

Pembalap bernomor 93 itu dianggap telah melakukan kesalahan. Marquez dijatuhi penalti ride through dan harus masuk ke pit pada akhir lap keenam. Hukuman tersebut membuat Marquez yang semula memimpin lomba, melorot ke posisi 19.

Kesalahan kedua, setelah tercecer ke posisi 19, Marc Marquez memacu motornya dengan maksimal. Tak jarang dia tampil cukup agresif dan merugikan pebalap lain.

Aleix Espargaro menjadi korban pertama Marquez. Karena terlalu agresif dalam menyalip dari sisi dalam, motor Marquez dan Espargaro bersenggolan pada lap ke-9. Dan akhirnya Marquez mendapatkan penalty turun satu posisi.

Belum habis sampai disitu, ketika balapan menyisakan empat lap lagi, Valentino Rossi menjadi korban berikutnya dari Marc Marquez. Marquez yang hendak menyalip dari sisi dalam tikungan ke-13, menyenggol motor Rossi.

Akibatnya, The Doctor tak mampu mengendalikan motor Yamaha YZR-M1 miliknya. Rossi pun menyentuh rumput dan terjatuh. Dan akhirnya Marquez kembali mendapatkan penalty 30 detik dan akhirnya harus puas finis di posisi ke-18, sedangkan Rossi di peringkat ke-19.

Atas tindakan tersebut, tak lepas dari komentar Lorenzo yang menyebutkan Dorna lemah karena Marquez tidak mendapatkan hukuman. Seharusnya balapan MotoGP seperti permainan bola yang ada kartu kuning atau kartu merah jika sang pemain melakukan kesalahan.

“Ini bagai sepakbola. Jika wasit tak tegas dan tak mengeluarkan kartu kuning atau merah, pemain selanjutnya bakal bermain lebih keras. Jadi wasit harus tegas untuk mencoba menghindari kesalahan macam ini. Kita lihat nanti apakah ketegasan akan menjadi bagian dari tindakan Race Direction atau tidak,” ujar Lorenzo.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*